Rabu, 10 Maret 2010

Eksistensi Bisnis dan Sosial Orang Tionghoa di Kota Padang

Eksistensi Bisnis dan Sosial Orang Tionghoa di Kota Padang

Prabu Nusantara

Kerabat_ciwa@yahoo.co.id


Sebagaiana telah disinggung sebelumnya pada sub bab tentang sejarah terbentuknya pemukiman Tionghoa kota Padang bahwa pada dasarnya yang mendasari kedatangan orang Tionghoa nusantara adalah alasan ekonomi, kehidupan yang sulit di Tiongkok memaksa mereka mencari peruntungan di tempat-tempat baru. Berdasarkan informasi yang penulis dapatkan dari Tuako marga Lie-Kwee pada masa itu beratnya kehidupan membuat mereka nekat berlayar tanpa arah dan persiapan, diceritakan oleh sang Tuako bahwa kakek moyangnya[1] dahulu pada masa-masa awal pelayaran berkelana tanpa tujuan yang jelas. Dimana mereka terdampar maka disanalah mereka akan mencari uang, maka sebagian diantara mereka ada yang sampai di Filipina, Penang (Malaysia), Singapura dan sebagainya.

Orang Tionghoa pada masa awal terbentuknya pemukiman Tionghoa kota Padang sebenarnya bekerja pada berbagai bidang lapangan usaha dan belum menguasai dan menjadi pemain yang cukup penting dalam aktivitas perdagangan. Tapi pada masa pemerintahan Hindia Belanda sebagian besar dari orang Tionghoa sudah tampak mencolok perannya didalam kehidupan ekonomi Indonesia sebagai pedagang. Meskipun begitu terutama pada masa awal kedatangan mereka dari Tiongkok kebanyakan pekerjaan para imigran ini adalah sebagai buruh-buruh angkut pelabuhan, kuli bongkar muat barang kapal-kapal asing dan pekerjaan-pekerjaan kasar lainnya seberti buruh tambang di pedalaman Sumatra Barat(Erniwaty, 2007:91-92).

Tampaknya ada perbedaan peran didalam aktivitas ekonomi[2] yang dilakukan oleh orang Tionghoa pada saat sebelum kedatangan bangsa Eropa dan setelah kedatangan bangsa Eropa. Pada masa sebelum kedatangan bangsa Eropa mereka (Tionghoa) lebih berperan sebagai pialang dan pemborong yang membeli produk lokal dan menjual produk impor dari Cina, India dan Persia (Dobbin dalam Erniwaty, 2007:76). Setelah kedatangan Belanda perdagangan dimonopoli sesuai kebutuhan pasar Eropa pada saat itu. Peranan orang Tionghoa pada masa ini berubah menjadi pedagang perantara yang merupakan pedagang distribusi dan kolektif, yaitu menyebarkan barang konsumsi ringan yang diimpor dan pengumpulan hasil produksi pertanian dari rakyat untuk diekspor (Djie dalam Erniwaty, 2007:83). Kebijakan pemerintah Hindia Belanda dalam hal tanam paksa menjadikan kedudukan orang Tionghoa didalam ekonomi semakin mantap. Belanda mendirikan perkebunan skala tinggi untuk mengembangkan komoditi yang bernilai tinggi untuk diekspor seperti kopi, kopra, karet dan gambir, ini berarti peranan orang Tionghoa sebagai pedagang perantara semakin dibutuhkan (Erniwaty, 2007:85). Orang Tionghoa juga menjadi kaki tangan Belanda untuk masuk kepedalaman Sumatra Barat untuk menawarkan barang-barang yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh pribumi dan menukarkannya dengan komoditi ekspor yang diproduksi oleh petani (Ham, 2008:27).

Seajarah mencatat bahwa sejak awalnya kampung Cina Padang adalah merupakan kantong-kantong pusat bisnis da perdagangan awal kota Padang, bahkan pada saat itu perdagangan dan perniagaan bersifat internasional. Karena sungai batang Arau menjadi tempat persinggahan kapal-kapal asing untuk bongkar muat barang. Pasar merupakan salah satu parameter tumbuh kembang kehidupan ekonomi pada sebuah pemukiman masyarakat. Polanyi berpendapat bahwa “peragangan didalam pasar akan muncul dari usaha untuk mencari barang dari luar batas wilayahnya, adanya suatu jarak” (Damsar, 2005:79). Jika komunitas manusia tidak pernah melakukan perdagangan eksternal sama sekali, maka tidak perlu atau tidak akan pernah muncul sebuah pasar. Kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dan semakin padatnya populasi Kampung Cina pada waktu maka pendirian pasar tidak dapat dielakkan.

Sebuah pasar didirikan di dekat klenteng See Hin Kiong, pasar yang diberi nama pasar Tanah Kongsi ini didirikan diatas tanah milik kapitein Lie Maa Say dan dikelola oleh seorang Tionghoa yang bernama Poa Leng. Walaupun relatif baru pasar tanah Kongsi mampu menyaingi pasar Mudik yang sebelumnya telah didirikan oleh orang Minangkabau. Kemudian sebuah firma dagang Tionghoa yang bernama Badu Ata & co mendirikan lagi sebuah pasar yang dinamakan pasar Belakang Tangsi atau juga pada waktu itu disebut dengan pasar Badu Ata. Sampai menjelang awal abad ke-20 dikawasan kampung Cina Padang ditemukan empat buah pasar yang ramai dikunjungi yaitu, pasar Mudik, pasar Tanah Kongsi, pasar Belakang Tangsi dan pasar Kampung Jawa.

Dari sejarah perkembangan komunitas orang Tionghaoa dapat dilihat bahwa mereka cenderung memiliki orientasi yang tinggi didalam bidang bisnis dan perdagangan. Biasanya kebanyakan kelompok umat beragama yang akan membangun rumah ibadah maka mereka akan mengandalkan sumbangan dari umat, namun tidak demikian pada orang Tionghoa. Dalam mengumpulkan uang yang akan digunakan untuk membangun kembali klenteng See Hin Kiong yang terbakar mereka menggunakan cara berfikir bisnis yaitu bagaimana memutar kembali modal yang sedikit ini dalam sebuah bisnis sehingga akan didapatkan untung yang lebih besar. Pasar Belakang tangsi didirikan untuk mengumpulkan uang sebagai modal membangun kembali klenteng See Hin Kiong, keuntungan yang didapat dalam jumlah yang sedikit tapi continously atau terus menerus dalam jangka panjang (Adhalia 2006:36).

Pada masa pemerintahan Orde Baru akses orang Tionghoa untuk bekrja didalam bidang politik, pemerintahan atau pendidikan sangat dibatasi. Tidak banyaknya pilihan bagi mereka membuat sektor perdagangan dan bisnis menjadi pilihan utama. Usaha perdagangan dan jasa merupakan sumber pendapatan utama orang Tionghoa di kelurahan Kampung Pondok, sebagian besar dari mereka membuka toko yang menjual berbagai komoditi mulai dari makanan mentah dan jadi, elektronik, bahan bangunan, salon, warung internet, buku, pakaian dan sebagainya baik dalam skala besar maupun skala kecil. Dalam skala kecil etiap rumah tangga rata-rata memiliki dua sumber penghasilan dan hampir semua anggota keluarga terlibat didalam pengelolan bisnis ini, misalnya seperti keluarga ibu Shinta (50 th) keluarga ini menjadikan ruangan depan rumahnya sebagai toko alat-alat listrik yang dipimpin oleh suaminya sedangkan dalam operasionalisasi sehari-hari toko ini dijalankan oleh salah seorang putranya, sedikit pojok ruangan di toko listriknya yang sempit dimanfaaatkan olehnya untuk menjual bubur ayam setiap pagi. Sementara itu anak perempuannya karena belum bisa membuka toko sendiri juga memajang pakaian dan menjual pulsa elentrk ditempat yang sama.

Menurut Geertz (Damsar, 2005:5) etos kerja merupakan “sikap yang mendasar terhadap diri dan dunia etos kerja adalah aspek (kognitif) manusia yang bersifat evaluatif dan menilai yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti apakah bekerja, berwirusaha dipandang sebagai keharusann hidup, sesuatu yang bersifat imperatif atau sesuatu yang terkait dengan identitas diri yang telah bersifat sakral? Dalam hal ini identitas diri adalah sesuatu yang yang telah digariskan oleh religi. Selanjutnya didalam melihat etos kerja orang Tionghoa selain dipengaruhi oleh nilai-nilai kepercayaan tradisional, nilai-nilai sosial dan kultural juga memberikan kontribusi kepada gaya manajerial. Selain itu dari etos kerja ini juga bisa diliat karakter kepemimpinan seseorang didalam menajalankan usaha dan bagaimana dia menjalin relasi dengan stakeholdernya

Bisnis Tionghoa biasannya adalah bercorak perusahaan keluarga atau bisa disebut dengan Chinese Family-Owned Entreprise. Orang Tionghoa adalah pengusaha yang pandai membaca dan memanfaatkan setiap situasi. Misalnya pada perkumpulan HTT, mereka menjadikan para anggota yang mempunyai bisnis sebagai mitra dari perkumpulan. Hubungan yang tercipta adalah hubungan yang fleksibel antara keluarga luas[3] yang dilandasi semangat kekeluargaan namun tetap mengedepankan etika dan profesionalitas bisnis. Bentuk partnership antara HTT dan usaha-usaha dari para anggotanya yang berupa toko pakaian, toko sepatu, minimarket,tempat penyewaan film dan sebagainya adalah pemberian diskon. Dengan menunjukkan kartu anggota setiap anggota yang berbelanja di toko-toko tersebut akan mendapatkan diskon dan berbagai promosi.

Dalam menjalankan usaha misalnya seperti toko atau kedai makanan seorang atasan atau pemilik usaha tidak akan mudah memberikan tanggung jawab kepada bawahannya, ada ketidakpercayaan akan kemampuan karyawan. Biasa juga terjadi si karyawan baru bisa mendapatkan tugas penting setelah masa kerja yang lama dan dengan proses yang tidak mudah. Walaupun begitu supervisi dan pengawasan yang ketat dilakukan oleh atasan disetiap pekerjaan bawahan. Biasanya ini terlihat pada kedai makanan khas Tionghoa, memasak adalah pekerjaan yang paling penting pada setiap kedai Tiaonghoa. Bahkan si pemilik lebih mudah mempercayakan pekerjaan yang berhubungan dengan keuangan dan kasir kepada karyawannya ketimbang pekeraan sebagai tukang masak. Karena bisnis-bisnis atau usaha yag dirintis oleh orang Tionghoa berbasis keluarga maka biasanya pekerjaan para orang tua sejak mulai merintis usaha sudah menyiapkan anak-anak mereka untuk menjadi succsessor atau penerus bisnis.

Ko Liong (52 tahun) misalnya yang sudah mewarisi usaha kedai mi yang diwariskan sejak dua generasi diatas dirinya, sejak mulai memegang kedai ini ko Liong mulai melibatkan anak laki-lakinya didalam usaha. Ko Liong menaruh harapan besar kalau usaha keluarga ini akan dilanjutkan oleh salah satu putranya suatu saat nanti. Dalam prakteknya walaupun ko Liong sudah mengurangi intensitas pekerjaan sebagai tukang masak yang sudah lebih banyak dilakukan oleh anak dan karyawannya dia tetap melakukan pengawasan dan quality control pada setiap masakan yang dihasilkan.

Sikap atasan yang tidak bisa sepenuhnya mempercayai bawahannya, adanya hirarki yang tegas antara atasan dan bawahan dan juga senioritas yang dijunjung tinggi. Sesuai dengan nilai-nilai Konghucu dalam melihat sebuah tatanan keluarga yang ideal, struktur bisnis dianalogikan oleh orang Tionghoa seperti sebuah keluarga. Bawahan atau karyawan dianggap seperti anak-anak yang harus menghormati dan mematuhi perkataan “orangtua” mereka yaitu atasan. Sedangkan “orangtua” atau atasan dilihat sebagai sosok yang harus mengawasi dan melindungi “anak-anak” mereka[4].

Semangat bisnis mereka juga dilandasi oleh nilai-nilai kepercayaan tradisional Tionghoa yang melihat bekerja keras dijalan yang benar dengan ulet, tekun dan kemudian membagi rejeki (berderma) adalah satu tujuan hidup didunia. Nilai-nilai kelercayaan tradisional Tionghoa menyelaraskan kehidupan spriritual dengan kehidupan duniawi, dalam hirarki alam semesta Tuhan mempunyai pembantu-pembantu berupa Dewa yang menangani urusan duniawi manusia. Salah satu Dewa yang popoler diantara pedagang dan pengusaha adalah Ho Tek Cheng Sin atau Fu De Cing Sen, dia adalah dewa bumi yang mengatur rezeki para padagang. Dia menjadi Dewa pelindung perkumpulan HTT, didalam bahasa mandarin dialek Hokian Ho Tek Tong (HTT) berarti perkumpulan yang memuliakan Dewa Bumi Ho Tek Cheng Sin. Perkumpulan ini adalah inisiatif dari para pedagang dam saudagar yang memerlukan wadah berkumpul. Karena kesamaan visi dan profesi mereka memilih Ho Tek Cheng Sing sebagai Dewa pelindung perkumpulan mereka.

Setiap tong[5] atau perkumpulan memiliki Dewa pelindung yang disesuaikan dengan kebutuhan, visi dan misi dari perkumpulan itu. Karena pada masa awal pendirian HTT tidak semua orang Tionghoa perprofesi sebagai pedagang dan saudagar maka kelompok buruh, pekerja tambang dan pekerja pelabuhan berinisiatif untuk mendirikan perkumpulan HBT atau Heng Beng Tong yang menjadikan dewa Kwan Seng Tek Kun sebagai dewa pelindung perkumpulan mereka. Kwan Seng Tek Kun pada masa hidupnya adalah seorang panglima perang yang gagah berani dan berhati mulia, ia terkenal sebagai panglima yang tidak pernah goyah sumpahnya karena harta dan kekuasaan selain itu dia juga adalah seorang yang setia terhadap saudara-saudara dan sahabat-sahabatnya. Karakter sang Dewa yang sesuai dengan karakter kelompok ini membuat dia dianggap sebagai Dewa yang tepat untuk menjadi pelindung perkumpulan. Sehingga sampai sekarang Kwan Seng Tek Kun menjadi pelindung yang sangat di agungkan oleh perkumpulan ini.

Pada masa pemerintahan Orde Baru penggunaan bahasa dan aksara Mandarin dilarang maka sebagai konsekuensinya semua nama toko, surat kabar dan perkumpulan Tionghoa harus di Indonesiakan. Karakteristik masing-masing perkumpulan terlihat pada pemilihan nama berbahasa Indonesia. Ho Tek Tong memilih nama Himpunan Tjinta Teman kaarena mereka megedepankan arti pentingnya menjaga networking dan relasi dengan yang akan memperlanjar hubungan bisnis. Mereka menganggap hubungan dengan bisnis hendaknya seperti hubungan antara teman yang dilandasi oleh rasa saling percaya. Sedangkan Heng Beng Tong memilih nama Himpunan Bersatu Teguh karena menganggap bahwa persatuan dan kesetiakawanan sebagai sesama anggota perkumpulan adalah yang terpenting. Pada masa sekarang walaupun tidak semua anggtota HTT yang perprofesi sebagai pedagang dan tidak semua juga anggota HBT bekerja di pekerjaan yang mengandalkan otot karakteristik perkumpulan terlihat pada pemikiran-pemikiran anggotanya.

Literatur

Erniwati

2007 Asap hio di Ranah Minang: komunitas Tionghoa di Sumatra barat, Yogyakarta: Penerbit ombak

Danandjaja, James

2007 Folklor Tionghoa , Jakarta: Grafiti

Ham, Ong Hok

2008 Anti Cina, Kapitalisme Cina dan Gerakan Cina, Depok: Komunitas Bambu

Suryadinata, Leo

1986 Dilema minoritas Tionghoa , Jakarta: Grafiti pers


[1] Separuh berkelakar informan menggunakan istilah “kakek moyang” bukan nenek moyang adalah karena itu para imugran dari Tiongkok semuanya adalah kaum laki-laki.

[2] Untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam tentang aktivitas ekonomi orang Tionghoa pada zaman sebelum kemerdekaan lihat Suryadinata, Dilema Minoritas Tionghoa, 1986:75-85.

[3] Sesama anggota perkumpulan dianggap satu keluarga.

[4] Irvan Nasir, Budaya Organisasi Perusahaan Tionghoa dalam http://www.jualanbuku.com/2008/04/19/budaya-organisasi-perusahaan-tionghoa/

[5] Secara etimologis berarti ruang pertemuan atau tempat berkumpul.

Rabu, 03 Maret 2010

Catatan tanggal 28 Februari 2010

Catatan tanggal 28 Februari 2010

Malam sebelumnya ngobrol seru tentang para kandidat VP di Elevate bareng Boy dan Tantrina *well sebenarnya mungkin Cuma gw dan Boy aja soalnya jeng Tantrina autis dengan laptopnya*, biar kata gimana pun emang paling enak yaaa aktivitas gunjrina dan ngobrolin orang apalagi bagi kita para wanita ya ga cin?? *plak,,, menampar mulut sendiri*. Well, ya ga lah obrolan kita kan obrolan yang berisi dan cerdas, haha.. menganalisa chance masing2 kanditat VP, bakalan milih siapa ya, dan mengalanisa akan bagaimana nasib LC kialau kepercayaan memberdiberikan ke orang2 ini *wah berat nih huahaha..*. Menurut gw Boy orangnya punya sense TM, walaupun ga ada pengalaman di functional ini dia secara personality kayanya sudahb cukum matang dan dewasa untuk menduduki jabatan VP (TM) dari pengetahuanpun kayanya ga kalah sama tiga (atau empat kandidat lain). Ide2nya cukup cerdas dan ternyata dia orang personality obsever yang baik (menurut gw ini merupakan modal atau slill dasar bagi seorang TMers), yaahh kan gimana personality orang2 ni pengaruh banget ke Group dynamics….

Sayang si adik kecil ga melanjutkan perjuangan ke tahap VP selection hoho…, padahal menurut gw cukup potensial tuh orangnya. Katanya sih prograp LCP Elect ga sesuai dengan program TMnya dia, mmhh idealis. Yah gapapalah betahan dengan prinsip, mudah2an bisa belajar bahwa setiapkeputusan ada konsekuensinya dan bisa belajar dari konsekuensi yang diterima.

Tak terasa waktu sudah menunjukka pukul 22.30 kami harus mengakhiri kemesraan ini dengan kata lain kami harus pulang keperaduan kami masing, secara malam ini juga tidak ada jadwal ‘dinas malam’ huahaha… maklum pasaran sepi pasca gempa Lol.

Besoknya…

Pagi2 pagi waktu baru ngidupin HP ehh ada sms dari Boy bunyinya kira2 gini:

“hi, selamat malam temans. Kemana liburan besok? Dari pada sendirian aja mending kita jalan-jalan ke gunung Padang, foto2 dan makan2. Dutunggu ya kehadirannya”

Ga tau kenapa gw ngerasain semangat aja habis baca ini sms, kebayang serunya ngumpul bareng teman2, menggila, foto2 sampe overdosis dan akhirnya ketawa sampai sakit perut :)). Udah nyangka sih pasti acara kaya gini di set sama OCnya *buset huahaha… pake OC segala* cuma buat para ATT doang, bukan apa-apa sih tapi kan acaranya dadakan kalo diundang dan yang dateng hanya beberapa newee ntar kesannya malah pilih2 teman lagi buat event ini *nadjis deh pesta bugil aja ga limited member macem begini LOOoL* dan jujur seeeee lah kita yang tua2 ini kadang2 juga ingin bernostalgia mengenang masa2 dahulu. Tapi kalau menurut gw yah biar aja siapa yang mau dateng silahkeun datang bergabung, bagi yang merasa terasing dan tersentil dengan gurauan2 vulgar lagi menyayat hati ala para ATT lalu memutuskan tidak ikut apa boleh dikata merugilah kalian kapan lagi kalian “mendevelop” potensi diri kalian hihi…

Gw mau sms semua newee yang no HPnya ada di phone book gw aahhh…,

Mmhh ya…ya baiklah reputasi gw memang terkenal baik diseantero para newee dan semuanya mengenal gw tapi kabar buruknya adalah ternyata gw cuma punya dua no HP di phone book yaitu Jesica dan Diyo. Sebenernya sih ada satu rang lagi yaitu si KCB tapi ga jelas aja ni makhluk mau digolongkan kemana newee atau EP, secara tidak jelas juga dia terlahir dari rahim mana… bodo amat, pastinya mereka bakalan sms yang lain juga kan.

WoOOOww ternyata banyak yang hadir, waah senengnya teman2 kuuu…

Petualangan ini bermula dari angkot biru muda jurusan Jati, mampus deh ni angkot diperkosa rame2. Dah tau jalanan kota padang kaga rata malah dibikin ceper juga mobilnya nah sekarang ditambah lagi isi kebun binatang yang naik tambah hancur deh ni mobil, demi penghematan dan demi menjaga kualitas kemesraan kami memutuskan hanya untuk mencarter *carter bahasa indonesai atau minang yak??* satu angkot saja (mungkin lebih berat kealasan yang kedua kali yah).


Long story short acara hiking ke Gunung Padang berjalan lancar. Tidak ada insiden yang berarti selain si Raisa yang salah kostum dan terseok2 untuk sampe ke puncak, duh rasanya mau aja gw anugrahin reward Striving for Excellence ni anak. Trus habis tu makan malam di malabar, mmhh serunya hari ini :) kapan2 kita hiking lagi guys.

Rabu, 24 Februari 2010

Vonda Shepard Baby, Don’t You Break My Heart Slow


I like the way you wanted me
Every night for so long baby
I like the way you needed me
Every time things got rocky

I was believing in you
Was I mistaken do you say
Do you say what you mean
I want our love to last forever

(Chorus)
But I'd rather you be mean than love and lie
I'd rather hear the truth and have to say goodbye
I'd rather take a blow at least then I would know
But baby don't you break my heart slow

I like the way you'd hold me
Every night for so long baby
I like the way you'd say my name
In the middle of the night
While you were sleeping

I was believing in you
Was I mistaken do you mean
Do you mean what you say
When you say our love could last forever

(Chorus)
Well I'd rather you be mean than love and lie
I'd rather hear the truth and have to say goodbye(goodbye)
I'd rather take a blow at least then I would know
But baby don't you break my heart slow

(Bridge)
You would run around and lead me on forever
While I wait at home still thinking we're together
I wanted our love to last forever



I was believing in you
by: Vonda Shepard

(Chorus)
I'd rather you be mean than love and lie
I'd rather hear the truth and have to say goodbye
I'd rather take a blow at least then I would know
But baby don't you break my heart slow

Dont love and lie
I'd rather hear the the truth and have to say goodbye
I'd rather take a blow at least then I would know
But baby don't you break my heart slow
Baby don't you break my heart slow


http://www.lyricsfreak.com/v/vonda+shepard/baby+dont+you+break+my+heart+slow_20144801.html

Catatan tanggal 20 Februari 2010

23:04


*Playing Backstreet Boys, “Inconsolable” tapi kok berasa lagu ini banci banget yah hihi…*


Ohhh gw benci hujaaan!! Eh lebih tepatnya gw benci hujan kalau gw lagi banyak aktivitas dan gw peke motor sebagai transportasi, dari dulu rencananya sih maunya beli kereta kencana tapi daya tangan tak sampai huahaha…


Gw mau hujan mengguyur dikala berada dirumah, bergelung didalam selimut nyaman di kamar. Kok jadi aneh gitu mengutuk cuaca aja kerjaan gw empat hari terakhir, padahal begimanapun ga akan pengaruh tuh yah cuaca walau udah ngomel sepanjang hari. Eh btw gw pernah ceramahin mantan bos gw tentang complainnya yang menyakitkan hati soal cuaca Padang yang Puanas banget (menurut ukuran orang Jerman), kalo ga pingin coba seseuatu yang baru balik lagi sono ke jerman yang dingin menggigit!!


Pagi jam 9 udah nongkrong di Pondok, China Townnya Padang. Ada janji dengan informan, tapi karena si bapak belon nongol juga dari pada ga ada kerjaan (soalnya ga da yang bisa diajak gobrol) isen2 keliling nyari manisan ehh ga taunya liat oma2 Cina yang udah tua dan keriput banget bawa motor dengan cukup licah dijalanan hoho.. amazing. Dikhayalan gw:


Prabu: apa sih rahasianya oma supaya bisa tetap aktif dan energic pada usia seperti ini?

Oma: anak manis, tentu saja kamu bisa menjadi gadis aktif dan energic sehigga bisa bikin cowo2 lengket seperti pereangko. Pakailah selalu BB Harum Sari *ting… si Oma tersenyum lebar sambil memamerkan gigi ompongnya*

*plak,, menampar muka sendiri*



Balik lagi ke topik, oh ya.. akhirnya pak Sun informan yang akan gw wawancarai nongol juga. Aha… ada dua atau tiga bapak lainnya yang berpartisipasi dalam wawancara ini, mereka ikut nimbrung waktu kami lagi ngobrol *mungkin karena baru pertama kali ini ngeliat orang sekeren gw lai yak*. Tapi jadinya tiba2 gw ga taulagi apa yang mau gw tanyain, pedoman wawancarapun teronggok lesu dan tidak jadi gw perawanin. Jadinya kaya ngobrol lepas dari sabang sampe merauke aja, tapi ga papa yang jelas ga jauh dari topik religi dan kepercayaan mereka.


MMhh sebenarnya masi ada satu agenda lagi yang belon terpenuhi hari ini, rencananya sore ini mau liat anak2 @ main futsal di GOR, long story short gw memutuskan untuk ke maen ke gramed aja siapa tau buku “10 cara jitu mengencangkan payudara” karanga dr. Boyke udah terbit. Ahhaa,, wow ternyata banyak buku bagus diskon besar2an di Gramed dan gw merasa menjadi manusia paling beruntuk sedunia karena menemukan NG (National Geographic) didiskon 50%!!! Pokoknya jadinya gw cuma bayar 23 ribu aja untuk satu majalah. Sebagai sesama pecinta NG tentu saja hati gw terketuk untuk membagi informasi berharga ini kepada NG Lovers lainnya, maka jemari gw pun bergerak dengan lincah menelpin Pi’i. Cewek yang stu ini gw akui emang smart sama kaya gw bacaan kami emang berkualitas dan sarat ilmu, disampin tentu saja berbagai ilmu ‘tambahan’ juga gw dapatkan dari membaca hentai *wkwkw.. ga kebayang kalo si Pi’i juga suka baca Hentai hihi…*


Waah salut gitu gw liat banyak orang yang tiba2 jadi suka baca karena bukunya didiskon 50% lebih, gw aja yang udah diobral 90% *10%nya Cuma buat biaya administrasi doang hihi…*ga laku-laku sampe sekarang.

Catatan tanggal 19 Februari 2010

18:01

Mmff seharian ini ga ada yang berhasil target gw kacau semua, pagi-pagi bangun dengan badan yang rasanya mau remuk aja capek buanget, mata masi ngntuk sempat kepikiran buat tidur aja memulihkan kekuatan *dan tentu saja kecantikan ting,,,* sial banget deh hari ini,, upss katanya ga boleh nyebut kata “sial” ntar kena sial beneran. Tapi hari ini emang gw ngerasa ga ngalkuin sesuatu yang benar2 berguna.


Kekampus mau daftar ulang eeh ternyata kawyawan biro pada gotong royong. Tadinya empat kepikiran untuk mengutuk rektor yang udah mengsinstruksikan goro ini, tapi emang kayanya para karyawan kampus perlu sedikit exercise untuk melemaskan pantat2 mereka yang gede dan kelewat gendut berlemak tebal. Ahaa ternyata gw hari ini berjodoh dengan PA, tanpa di sms atau telepon ternyata beliau udah nongol aja langsung aja deh gw terkam *mak mang gw macan apa??* tu bapak pas lagi jalan di koridor, jadinya lembaran pengesahan yang kurang buat laporan akhir yang salah kemaren bisa ditandatangani. Tapi teteup aja senin harus baling ngampus lagi urus daftar ulang ini.


*palaying Tomorrow nya Avril Lavigne, kok tiba2 bawaannya jadi sedih aja denger lagu ini*

Back to the topic, sembari nunggu jum'atan *gw tampar mulut lw kalau ada yang berani2 bilang "kok tumben ada agenda Jum'atan segala?"* ge tidur2an di sekre PKM, seperti biasa sekre menjadi tempat yang paling nyaman bagi gw dikampus palagi kalo buat tidur siang huahaha…

Harusnya sih gw udah kebawah dan jum'atannya dibawah aja tapi karena otak ADD gw ini menbuat planning sebelumnya mengalir seperti air aja, tiba2 jadi males ngapa2in. Alhasil janjian dengan informan di HTT jadinya jam setengah tiga, untung aja bapaknya selalu ada disana, tapi mungkin karena emang ga jodoh sama tu bapak ternyata dia tiba2 ada panggilan buat jemput relasi bisnis di bandara AAArrrghh!!


Kalo udah bad mood ini bawaanya pengen makan aja, duuh kalau ga inget wejangan dari seseorang tentang badan gw yang udah kelewat bengkak bakalan gw habisin tuh semua martabak dan rupa2 makanan lainnya yang dijual dipasar. Secangkir kopi selalu menenangkan gw disaat seperti ini, coffe… I love You *berlari2 dan memeluk secangkir kopi dengan mesra*

Duh masih siang nih, baru jam 5. yaudah mending nulis aja sambil ngupi, nonton film dan tidur cepat malam ini.


Rabu, 17 Februari 2010

The Man Who Can't Be Moved


"The Man Who Can't Be Moved"
by The Script

Going Back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag I'm not gonna move
Got some words on cardboard, got your picture in my hand
Saying, "If you see this girl can you tell her where I am?"

Some try to hand me money, they don't understand
I'm not broke I'm just a broken hearted man
I know it makes no sense but what else can I do
How can I move on when I'm still in love with you

'cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinkin maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'll see me waiting for you on our corner of the street
So I'm not moving, I'm not moving

Policeman says, "Son you can't stay here"
I said, "There's someone I'm waiting for if it's a day, a month, a year"
Gotta stand my ground even if it rains or snows
If she changes her mind this is the first place she will go

'cause If one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'll see me waiting for you on our corner of the street
So I'm not moving, I'm not moving,
I'm not moving, I'm not moving

People talk about the guy that's waiting on a girl
There are no holes in his shoes but a big hole in his world

Maybe I'll get famous as the man who can't be moved
Maybe you wont mean to but you'll see me on the news
And you'll come running to the corner
'cause you'll know it's just for you
I'm the man who can't be moved

[Chorus 2x]

Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag I'm not gonna move

Biasssooo sajoo laah yo

Rabu, 17 Feb 2010

Seharian ini mendung dan bawaanya jadi males aja, Mmmhh.. tapi alangkah lebih baik kalo ceritanya dari pagi yah… Mmhhm…

Tadi pagi setelah dipending 2 jam akhirnya gw berhasil mengangkat pantat sexy ini dari peraduan mewah beralaskan satin *alarm yang disetnya jam 6 pagi tapi gw malah bangun jam 8 hihi…* hoho untung masih sempat nyelesain kerjaan tadi malam yang terbengkalai karena gw lebih memilih nonton ‘the rocker’ gobloknya malah nonton film sape jam 1 dan ngebiarin tugas terbengkalai, habis gimana hasrat untuk menonton film lebih tinggi sih *mengikir kuku dengan manis*

Ahhaaaa karena ujan lebat banget tidak pake motor hari ini, dan ahaaaa ketemu orang gila diangkot ajaib banget ni cewek gila *lebih mending dari pada ketemu copet diangkot kaya dua hari yang lalu hihi…* . Dan bukannya takut malah gw dengan serius mengobservasi *istilah Antropologi boww, gw emang cerdas* tingkah polah si cewek gila yang ngobrol sendirian dan emosi wajahnya berubah2 menarik minat gw. Padahal ibu2 yang disebelah gw udah ilfil liat tu cewek gila. Hujan lebat diluar, sopir angkot sialan yang bawa mobilnya ngebut kaya orang kesetanan plus si cewe gila yang asik ngobol sendirian ooohhh sungguh sensasi yang menyenangkan dipagi hari untuk mengawali hari gw yang bahagia ini…

Sialll, anjing *dada naik turun, nafas tersengal-sengal karena emosi*! Ga punya O*** nih staff biro di FISIP ga tau apa perjuangan gw untuk sampe ke kampus tercinta, heran aja hari gini masi aja ada orang-orang yang ga profesional dengan kerjaanya. Dua jempol deh *apa diganti aja dengan dua jari t****h??* buat ibu yang biasa ngurusin urusan administrasi mahasiswa yang ga ada dikantornya. Yaa udah gw prasangka positif aja, ada beberapa kemungkinan yang pertama mungkin pantat nya lebih gede dari pantat gw sehingga butuh perjuangan ekstra buat beliau untuk dapat keluar dari rumah ketika hujan lebat seperti hari ini, kemungkinan yang kedua adalah… mmhh ga usah disebutin disini deh, terlalu vulgar rasanya bagi jemari manis ini untuk mengetiknya huahaha…. Yaudah besok aja daftar ulangnya mudah2an aja ga masuk kerja karena sesuatu yang penting yah!!!!!!!!!!

Trus ke rektorat, nganterin laporan akhir dan proposal riset *alhamdulillah kemaren riset gw dapat kepercayaan dan dibiayai kampus*, alhasil ketololan dan keidiotan gw waktu meeting dengan jurusan format proposal gw salah hoho.. terpaksa harus perbaikan lagi deh. Hahahihi… cuapcuap sana sini didepan halte FISIP dengan Angga eehh tiba2 liat seorang gadis cantik turun dari kereta kencana *baca: bus kampus UNAND* dengan anggunnya, sambil mengangkat gaunnya si gadis melambai kearah gw. Jantung gw berdegup kencang, dialah siMon(a) salah seorang anak FISIP *ga mau tau gw mon walau udah S.ip teteup lw gw panggil anak fisip* yang membuat gw selalu berhasrat untuk menjambak rambutnya, akhirnya kami bedua (gw dan angga) berhasil malakin mona buat traktir kami di kebab dara di DPR huahahaha… *evil laugh*. But anyway thanks to mona yang udah traktir dan berkat dia gw ada tumpangan gratis pulang hehe…. Dari sekre Jati kami perpetualang mencari kenikmatan lain dibelantara kota padang yang semakin bergairah menyambut malam yang semakin meyergap. Gairah akan haus kenikmatan itu akhirnya terpenuhi ketika kami menyambangi kedai Liong Hai dibilangan Pondok *China Townnya kota Padang*. Hahayy… sumpah di kedai ini Kwee Tiau dan ayam gorenya uenak banget!! Makan sampe kenyang kwee tiau, ayam goreng, cap cai plus teh es, segera saja secara resmi kami menobatkan kedai ini sebagai “Kedai pembuat Kwee Tiau dan Ayam Goreng terenak sekota Padang” sementara si Koko yang masak mungkin sudah dinobatkan terlebih dahulu sebagai “the best chef of the year” oleh BeGe Magazine hahaha…


Sekianlah buat hari ini, udah lama ga ngeblog tangan gw gatel juga menulis untuk menuangkan pikiran-pikiran cabul ini hahahahahaha…. Kasian blognya udah ber belatung saking lama ga disentuh hoho….

My Visitors

mereka yang berkunjung


View My Stats