Rabu, 06 April 2011

Danau Baru (16 November 2010)

Danau baru adalah RT desa Keliling semulung (RT III). Tapi uniknya Danau Baru terletak terpisah dari pemukiman utama desa Keliling Semulung, jadi mugkin karena itu juga tidak ada orang di desa yang menyebut Danau Baru denga nama RT-nya (apakah RT IV atau V gitu) tapi yah Danau Baru saja

Desa Keliling Semulung memiliki dua dusun dan 5 RT, dusunnya adalah dusun Semulung (di hulu kampung) dan dusun Lubuk Semulung (di sebelah hilir kampung). Danau Baru adalah RT III dari desa Keliling Semuling dan dia termasuk kedalam dusun Lubuk Semulung, Danau Baru terletak terpisah dari pemukiman utama desa Keliling Semulung. Tidak ada orang di desa yang menyebut Danau Baru dengan nama RTIII tapi yah Danau Baru saja. Secara historis sebenarnya Danau Baru adalah desa yang terpisa dari Keliling Semulung, jadi menurut sejarah yg dituturkan orang tua-tua kampung ceritanya begini:


Dahulu di Danau Baru ada satu rumah betang (rumah panjang tradisional Dayak), pada sekitar tahun 60-an pemerintah mennyarankan agar mereka yg dirumah betang Danau Baru agar pindah bergabung bersama desa Keliling Semulung (tempatnya di pusat pemukiman desa Keliling Semulung yang sekarang). Permintaan relokasi oleh pemerintah ini dilakukan mengingat alasan kesehatan dan untuk mempermudah masuknya program2 pemerintah ketika itu pada desa ini (desa Danau Baru). Selain itu katanya tumah betang yg di Danau Baru sering mengalami kebakaran, mungkin ditambah faktor itu mereka semkin mantap untuk pindah ke desa Keliling Semulung dan membuat tinggal di bersama keluarga inti saja (tidak ada rumah betang lagi).


Nah pemukiman baru orang2 desa Danau Baru di desa Keliling Semulung di jadikan satu dusun oleh pengurus desa Keliling Semulung yaitu dusun Lubuk Semulung. Lantas jika semua keluarga sudah pindah ke Keliling Semulung (tepatnya di dusun Lubuk Semulung) mengapa pada masa sekarang masih ada pemukiman di Danau Baru? Di jadikan sebuah RT lagi??...


Iyaaa! Benar sekali, walaupun mereka sudah pinda tapi sebagian besar kebun karet masih ada di Danau Baru dan yang lebih penting lagi adalah keterikatan batin dengan tempat itu. Pindah bukan berarti 'benar2 pindah'... Jadi mereka yg di Lubuk Semulung perlahan-lahan membangun rumah kembali di Danau Baru (tentu bukan Rumah Betang), ada beberapa yg sudah merobohkan rumah mereka yg di Lubuk Semulung dan benar2 permanen di Danau Baru, ada yg rumahnya di Lubuk Semulung dibiarkan kosong saja atau ada juga yg di huni oleh saudara jauh. Yang jelas generasi pertama dan kedua pindahan ke Lubuk semulung banyak yg kembali membangun rumah di Danau Baru. Sekarang ini ada sekitar belasan rumah di RT III atau RT Danau Baru ini. Ketua RTnya pak Simon.


Jadi untuk mengejar beberapa data yg berkaitan dengan sejarah kepemilikan lahan Danau Baru-Keliling Semulung gw memburu data kesana. Sebenarnya gw berangkat sehari sebelumnya bersama pak Martinus tapi cuaca sedang buruk, hujan badai ndak mau mati sia2 tenggalam di Kapuas gw terpaksa nunggu satu bari lagi. Karena udah kemalaman gw engga balik ke rumah pak Jawang lagian Istri pak Martinus maksa2 gw nginap di rumahnya aja dan aroma sup babi bikinan si Ibuk sangat menggoda.


Tanggal 15 November gw nyampe disana bersama Abah, diantarkan sama istrinya pak Martinus. Kebetulan si Ibuk mau cari ikan di sugai dekat Danau Baru. Dari desa ke Danau Baru cuma sekitar 15 menit dengan sampan kecepatan 2 pk. Kami nginap di rumah salah seorang penduduk, namanya pak Singkek. Alasan kami memilih pak Singkek sebagai host dalah karena dia punya warung kelontong dan TV lhaa?? Iya maksudnya dumah pak singkek sering dijadiin tempat ngumpul minum dan nonton tv (ibu2 dan anak2) jadi kan biar lebih gampang aja gitu dapetin berbagai informasi. Selain itu pak Singek juga orangya baik, haha.. Mana ada orang desa yang engga baik sama kami anak2 manis ini :))



Ini sore2 sebelum mandi, di dekat keraba pak Singkek
Rumah salah seorang warga Danau Baru (rumah pak Ikus, ketua RT)
Foto ini juga diambil dari rumah pak Singkek, yang keliatan itu adalah rumah pak Simon (mantan ketua nelayan)

Senin, 04 April 2011

Sore didesa (minum kopi) (sekitar pertengahan November 2011)


Abah lagi main bareng anak2 desa.




Ibu2 ini masih ada hubungan keluarga, seperti semua orang didesa ini yang semuanya adalah sanak sedulur.


Andri anak laki-laki nya pak Jawang (ardi) sedang berada di kampung istrinya di kecamatan lain, istri si Ardi ini orang Dayak Suruk (dibaca Su'uk). Di sebelah rumah pak jawang tinggal keluarga kakak perempuan pak Jawang (lupa namanya) anak mereka namanya Donisius tapi semua orang memanggilnya Tutuy. Karena seumuran jadi dia kami sering main, kalo pulang dari kebun Tutuy sering ikut ngopi siang2 dirumah keluarga pak Jawang.

Hari ini adalah hari ketiga di desa Keliling Semulung, Tutuy nemanin gw jalan-jalan sampai ke ulu kampung (orang2 desa biasanya membagi sebutan desa ini menjadi tiga; ilir, tengah dan ulu). Sisa-sisa banjir beberapa hari yang lalu masih terasa di sepanjang jalan kampung (yg mana ini adalah jalan satu-satunya di desa ini), becek dimana-mana dan ditempat yg agak rendah bahkan kami harus mengangkat celana dulu.

Siang ini si Tutuy nemenin gw erjalan dari ulu sampe ke ilir kampung, jarak desa ini dari ulu sampai ilir kurang lebih satu setengah kilo meter saja. Sebelum pulang kami singgah dirumah pak Martinus beliau adalah Kaur Pembangunan di desa, abah tinggal bersama keluarga pak Martinus. Abah lagi main kelereng sama bocah di halaman, Tutuy kayaknya lagi minum saguer dirumah sebelah. Ohoo.. sedangkan gw dirumah pak Martinus terjebak percakapan ibu2 yang sangat membosankan, di ruang tamu ada enam atau tujuh ibu termasuk istri pak martinus sendiri. Kami minum kopi sambil mengobrol, yah percakapan ingan khas ibu2 desa lah. Dan semestinya kopi buatan istri pak Martinus enak hanya saja kebanyakan gula.



Manang (sekitar pertengahan November 2011)

Gw seperti kelihangan orientasi aja di Keliling Semulung. Dalam hal kerjaan gw bisa disamain dengan staff tambahan yg perbantukan buat ngebantu (ngeberesin) sedikit ini dan sedikit itu yang kurang dari tim yang sudah ada di desa ini. Tapi sepertinya mereka udah pada bagus kerjaannya dan engga ada kasus kekurangan data pada tim desa Keliling semulung, gw disuruh ketua cluster atau ketua tim semulung buat ngecek beberapa issu didesa, check. Trus disuruh tambahin data tentang perikanan, check. Ya udah akhirnya gw bermain2 dengan beberapa topik yg gw minatin dong. Yaitu adat istiadat dan tradisi.


Seakan-akan ada alarm biologis di tubuh gw selama beberapa hari tinggal bersama keluarga pak Jawang gw selalu bangun tepat jam 9 pagi. Tapi kali ini bangun sedikit lebih pagi, gw mimpi masuk ke perosok ke dalam lumpur.. lumpurnya tiba2 jadi hangat, gw panik dan tambah panik akhirnya kebangun. Dua anak anjing pak Jawang terlihat sangat bernafsu menjilat2 kaki gw, ludah mereka basah dan lengket eeww.. Tapi siapa yg bisa marah pada dua makhluk yg uar biasa imut ini *mata berkaca2*


Kehidupan desa berjalan sangat lambat seperti biasa, jam dindin seakan tidak ada gunanya bagi kami (juga seperti biasa). Ohh bagus hari ini sarapan beras coklat, padinya ditanam ditanah kering dengan tidak menggunakan pupuk kimia apapun (kecuali sedikit pestisida tentunya). Kata orang2 sih beras begini banyak serat, tapi yah apa pengaruhnya.. Kalo selama di desa gw selalu laper hahaha...


Okay great, beras sehat dengan serat tinggi tapi apagunanya kalo engga ada launknya. Di dapur hanya ada sedikit lauk sisa kemaren, seperti biasa bu Jawang engga masak lauk di pagi hari seua orang dirumah ini makan sisa lauk kemaren. Demi alasan menjaga perasaan tuan rumah gw makan dengan lauk apa adanya. Sementara menghayalkan makanan enak2 di rumah bu Agatha :)


Hari ini seperti biasa, karena gw Cuma tenaga pembantu didalam tim jadi tidak ada misi atau agenda khusus. Hanya lihat sana dan lihat sini lalu melengkapi kekurangan beberapa data oleh tim semulung. Jadi hari ini ke Posko utama yaitu rumah pak Anton, pak Anton adalah adik pak Misael (kepala desa Keliling Semulung). Ketika awal sampai di desa ini beberapa bulan lalu semua anggota tim Semulung (dinamain sesuai dengan desa tempat mereka ditempatkan hhehe) tinggal di rumah pak Anton. Oow yah anggota tim ini adalah Abag, Iway dan Mia. Istri pak Anton adalah bu Agatha, orangnya super baik, keibuan dan pinter masak.


Jadi setelah beberapa bulan anggota tim memencar, tidak lagi tinggal disatu rumah (rumah pak Anton) demi demi mendapatkan data2 tertentu yg lebih spesifik. Iway pindak ke rumah pak Malintang, Abah pindah ke rumah pak Martinus, gw yg baru datang di suruh tinggal di rumah paling hulu desa yaitu di rumah pak Jawang (sekretaris desa) dan Mia tetap tinggal bersama keluarga pak Anton. Karena rumah pak Anton masih sering dijadikan tempat ngumpul makanya disebut posko :)

Bu agatha masak cap cai, dan ikan goreng yg lezat :P

Owwh semua orang ternyata lagi ngobrol dan minum kopi di rumah pak Misael (yg letaknya persis di depan rumah pak Anton). Habis minum kopi dan ngobrol bentar gw sama mia ke rumah nya pak Gundul. Pak Gundul adalah manang (dukun) di desa, yaah sebenarnya ada satu orang dukun lagi didesa ini tapi yang satu lagi tampaknya tidak sepopuler pak Gundul. Tadi malam pak Gundul di minta tolong untuk mengadakan upacara 'nanam ayu' oleh salah seorang warga di hilir kampung. Nanam ayu itu adalah upaya mendoakan bayi atau balita agar tumbuh dengan sehat dan terhindar dari berbagai penyakit (termasuk penyakit ghaib). Si Mia yg lagi nyari2 topik buat skripsi mau jadiin isu 'manang' ini sebagai salah satu pertimbangan. Siang tambah panas menyengat, pak Gundul lagi bikit 'pengayoh' (sebenarnya ini bukan bahasa Dayak Kantu' tapi bahasa Ulu, artinya pendayung perahu).





Ini pak gundulnya, tidak gundul tapi semua orang didesa manggilnya pak gundul :)


Yg ini anaknya pak Gundul, dan yg kecil itu kayaknya cucunya deh (lupa). Kayaknya ga beda jauh ya umurnya bapak dan anak, pak gundul awat muda atau anaknya yg cepat tua. Aah mungkin pak gundul nikah muda kali


Kalo yg ini adalah rumah2an (miniatur) yg menandakan statusnya sebagai manang. 'Pesan' akan rumah ini didapatkan secar ghaib didalam mimpi, setelah itu dia barulah mendapatkan kekuatan bisa menyembuhkan orang-orang.

Sabtu, 02 April 2011

aha.. yah2 field note2 bisa jadi postingan blog (solusi kemalasan ngeblog) 20 Maret 2011

Tadi malem setelah bengong beberapa jam akhirnya terbesit lah sebuah ide yang cukup cemerlang dari otak g yang kecil ini. Mungkin orang-orang yg ngebaca blog ini (najiiiis lu prabu, siapa juga yg bakalan baca blog sampah lu ini) udah pada bosen kali yah dengan semangat membara untuk menulis gw yang hanya bertahan seumur jagung doang (emang umur jagung berapa tahun??). Ya udah gw engga bisa menjanjikan apa2 untuk bisa konsisten menulis, yah gw nulis kalo lagi pengen dan kadar-pengen-nulis gw itu berfluktuasi.. Yah jadi gitu lah (lagi2 najis lu, berkhayal kalo blog lu bakalan ada yg baca hahaha). Eeh balik lagi ke ide cemerlang yg keluar dari otak gw kecil gw hihihi...

Gini.... Selama penelitian kemaren ternyata gw sangat produktif menulis --> sebagian besar tulisan adalah karena dipaksa dan bagian dari pekerjaan tentunya hiihhi.. Sebagian lagi tulisan merupakan hasil kreatifitas ketika lagi engga ada kerjaan dan sedang didera penyakit mati gaya kronis. Adalah cobaan yg sangat ketika seorang antropolog sedang dilapangan (penelitan) mengalami bad mood dan terjebak diantara situasi yg sangat berada diluar zona nyaman mereka. Biasanya disaat2 gw lagi engga pengen ngapain di desa gw nulis. Kalo lagi ada listrik ya di laptop, kalo engga ya di HP kalo lagi ga ada batre dan engga bisa di cas karena ga ada listrik ya di jurnal hahaha.. manual banget. Tapi lumayan ampuh untuk mengusir kebosanan.

Nah jadi tulisan-tulisan selama dilapangan ini lah yg akan kembali dorbitkan didalam blog ini. Karena ini postingan lama maka agak berantakan dan kadang juga tidak beruruta sesuai dengan urutan waktu yg benar. Trus.. Mmmhh bentuk dan gaya tulisan juga beraneka ragam karena sebagian besar diantaranya adalah adalah field note (atau catatan lapangan) dan sebagian lagi adalah jurnal bebas yg ditulis dengan gaya bahasa sehari2 yg engga formal, jurnal disini adalah cerita pengalaman gw sehari-hari selama berada dilapangan. Lhaa terus apa bedanya dengan field note atau catatan lapangan?? mmmph okay sini gw jelasin satu persatu.

Ketika melakukan penelitian etnografi seorang peneliti harus memprodiksi data mentah yg ia kemas didalam bentuk field note atau catatan lapangan ini, sederhananya kalau seorang ekonom melakukan penelitian maka ia akan melakukannya dengan pendekatan kuantitatif dimana data mentah mereka akan berbentuk angka-angka (didalam istrumen kuesioner misalnya) yg akan kemudian diolah. Nah antropolog yg melakukan penelitian etnografi (yg tentu saja bersifat kualitatif) mengumpulkan data mentah mereka didalam field note ini, bentuknya tida angka2 tapi berhalaman-halaman dan berparagraf-paragraf data yg diuraikan atau dieskripsikan dalam bentuk kata-kata (sekali lagi, bukan kuesioner). Jadi yg ngebedain dengan jurnal harian adalah gaya bahasanya, kalo fieldnote tentu bakalan lebih ilmiah, formal dan ada aturan-aturan teknis didalam penulisannya. Kalo junal harian ya kayak diari gitu ada bias2 pribadi si penulis didalamnya, bisa curhat2an juga didalamnya.

Nah karena yg akan di posting ini adalah data maka tidak semuanya juga dapat di share di forum online seperti ini. Hal ini terkait dengan etika profesi antropolog yg harus gw patuhi, bagaimanapun ada informasi2 sensitif yg kalau di share akan berugikan masyarakat setempat.

Okaay jadi inilah dia, solusi cerdas untuk menampah postingan blog dengan cara yg instant hahaha....

Rabu, 23 Maret 2011

Flipped (22 Maret 2011)


Awalnya mengira akan mendapatkan film keluarga yang membosankan, ternyata engga juga. Malah lumayan lah film ini. Latar film ini adalah di kota Mayfield pada tahun 1955, yah pada dasarnya fil ini bercerita tentang kisah cinta dua orang anak SMP yaitu Julie Baker dan Bryce Lacoski. Uniknya kisah cinta anak2 ingusan ini diceritakan dengan sudut padang mereka berdua sejak ketika pertama kali ketemu (umur 5 tahun waktu keluarga si Bryce baru pindah).


Film yg bagus, keluarga banget atmosfirnya, banyak pesan moral dan tentu saja tidak ada adegan dewasa dan kekerasan disepanjang film ini. Orang-orang yg nonton akan banyak belajar tentang persahabatan dan cinta (lebih banyak ke cinta kepada keluarga dan gimana cara menghargai sesama). Enak ditonton bareng keluarga dan aman untuk semua umur. Duuh klise banget gw ngebahasnya. Pokoknya nonton aja deh, bagus! Engga percaya banget, gw bilang nonton ajaa!!


liat resensinya langsung aja deh disini!!

Minggu, 20 Maret 2011

Farewell my old laptop (19 Maret 2011)

Akhrinya perpisahan itu terjadi, empat tahun selau bersama menemani gw kemanapun gw pergi. Papua Nugini sampai Ujung pulau Sumatra selalu bersama gw, pedalaman Kalimantan yg basah dan lembab sampai belantara gedung2 kota Jakarta yg mengerikan Axio gw selalu menemani, dari tugas kuliah, skripsi sampai kerjaan semua selalu kami taklukkan bersama. Oh padahal harganya mahal sekali (tuju juta!!) ooh sudahlah, adi begini kejadiannya.

Tadi malem waktu gw lagi nonton The Big Bang Theory di laptop Axio tua gw itu, tanpa sengaja gw menumpahkan satu gelas penuh air diatas key boardnya!!! Waaaa.. Panik dong, gw langsung beraksi secepat kilat memutuskan semua kabel dan terutama adaptor yg terutama nyambung langsung ke listrik (sempat menghayal liar bahwa laptop itu akan meledak dalam seketika). Air yg masuk disela-sela keyboardnya bukan sekedar dua atau tiga sendok makan tau! SATU GELAS, SATU GELAAAAAAS!! :'(( dulu pernah juga kena tumpahan air, tapi alhamdulillah engga kenapa2. Demi apa laptop gw bisa berakhir dengan cara yang tragis seperti ini, padahal selama bertahun2 selalu selamat gw bawa kemanapun gw bertualang, tiga tahun lalu waktu ke Papua selamat dari ancaman jatoh di kapal Gunung Dempo, pernah hampir jatoh ke air juga waktu turun dari perahu di pantai Sungai Pinang, trus juga engga kenapa2 tuh waktu gw bawa2 ilir mudik Kapuas waktu di Kalimantan kemaren. Engga nyangka segelas air ditempat yg sama sekali menurut gw tidak berbahaya (which is my room) laptop ini menghembuskan nafas terakhirnya. Tapi apa lacur, nasi sudah menjadin bubur...

Waktu ngeringin tu laptop pake kipas-angin-panasonic-kecepatan-maksimal gw juga udah mulai mengikhlaskan ke pergiannya, dan ternyata setelah di keringin trus gw nyalain emang engga mau idup lagi :(( masih agak susah menerima kenyataan trus gw nyolokin adaptor batre ke si Axio yg sudah jadi mayat. Lha.. Kok agak nyium bau kabel kebakar yah?? Oow..ow cukup, langsung dengan panik nyabut kabel (lagi). Ya sudah, nasi sudah menjadi bubur (peribahasa ini dikuti untuk yg kedua kalinya menandakan bahwa gw kembali mencoba untuk menerima kenyataan [untuk kedua kali]).

Sebenarnya yg lebih bikin gw marah (dan sedih) adalah bukan betapa bersejarahnya laptop itu didalam hidup gw (seperti yg gw ceritain dengan gaya lebay di paragraf pertama postingan ini). Tapi gw marah (pada diri sendiri) dan menyesali kenapa gw jadi orang yag seceroboh seperti ini, gw merasa menjadi orang yg tidak menghargai pemberian orang tua. Laptop itu dikasih sama papa ketika kondisi ekonomi kami sangat sulit, gaji papa dipotong tiap bulan sekian persen sama koperasi kantor buat bayar laptop itu yah.. Maklum lah waktu itu laptop masih termasuk barang mahal yg mewah. Jarang sekali papa tidak menyanggupi permintaan anak2nya yg berhubungan dengan sekolah. Laptop itu dikasih buat ngerjain tugas2 kuliah, alhamddulillah sudah sampai sarjana dan bisa beli laptop baru (yg lebih canggih tentunya) dengan uang hasil keringat sendiri gw malah dengan cerobohnya .. Yah apapun lah namanya (susah memilih kata2 yg tepat karena gimana2 akan bikin sakit hati lagi).. Membuat laptop itu pensiun selamanya.

Okay lah pelajaran besarnya: 1. Jangan makan dan minum ketika bekerja didepan laptop 2. Selalu lindungi key boardnya dengan karet pelapis tipis itu (jadi kalo ketumpahan aer-nya engga langsung kena) [ masuk surga juga lah hendaknya org yang menciptakan benda ini] 3. Banyak orang2 yg tidak beruntung dan serba kekurangan, jaga dan syukuri segala sesuatu yg kamu miliki.

Fuji film dan Kodak (9 Februari 2011)


Sore ini gw berkeliling dengan motor mengunjungi beberapa tempat yang berlogo ‘fuji’, ‘kodak’ atau sejenisnya buat hunting film kadarluarsa dan nyari tempat proses foto yang paliiiing murah se kota Padang . Terminal foto yang didepan SPR-yang-sudah-tidak-ada itu katanya pindah ke depan PA jadi biar lebih efisien gw kesana dulu dong, oohw yah baiklah mereka gerai ‘terminal foto’ disini ternyata hanya melayani penjualan kamera dengan segala tetek bengeknya *tetek bengek kalo di jadiin bahasa inggris apaan yah??, tetek= breast. Bengek= asthma jadinya ..?*


Haay back to topic, teringat suatu ketika bertahun-tahun lalu pernah berfoto bersama teman2 satu angkatan di foto studio di depan PA (yang persis di sebelah hotel Hang Tuah), maka gwpun ngesot kesana. Dan taraaaa.. ternyata tarif buat proses menegatifkan satu roll film Cuma 7 ribu perak sajooo!! Dan tarif scan dari negatif-an ke dalam media cdnya 22 ribu. Mmhh masih mmurah di terminal foto yang membandrol 15 ribu perak. Harga film disini 22 ribu. Dan tidak ada yang sudah kadarluarsa. Oh ya tempat ini namanya ‘Indah color photo service’.


Lalu teringat ada sebuah tempat berlogo ‘kodak’ di jalan HOS cokro, dekat pecinaan… jadi kalau dari jalan Dobi lurus aja sampe ketemu jembatan dan perempata nah tempat ini ada di perempatan itu. bangunannya kaya rumah model lama, benar2 mirip rumah tidak mirip toko atau semacamnya. Dan tarif proses scan dari negatif-an ke cd cuma 10 ribuuu hahaha… buat proses menegatif-kan film mereka ga bisa, ga ada alatnya katanya. Good news gw ketemu DNP dan Kodak 36 mm asa 200 yang sudah expired disini!! Dan bad news si penjaga toko yang idiot ini tidak mau nurunin harga (tetep harganya 22 ribu), padahal dah dibilangin ga bakalan ada yang mau beli karena udah basi filmnya. Gw lupa nama tempat ini apaan, ntar liat sendiri aja.

Trus yang terakhir gw ke ‘fuji star photo studio’ di imam bonjol, ada gang yang menuju kearah masjid Muhamadiyah itu. Berseberangan dengan tempat pelacuran yang sudah rubuh kena gempa. Yah..yah tidak percuma keliling-keliling sendirian kayak orang begok, hasilnya sekarang sudah tau dimana tempat memproses film yang paling murah.

My Visitors

mereka yang berkunjung


View My Stats