Tampilkan postingan dengan label AIESEC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AIESEC. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juli 2009

Gunung Padang

18 Juli 2009


Hoho... hari ini happy banget,, ga nyangka dengan uang pas2an dikantong gw bisa sebahagia ini *secara ini kan akhir minggu* tapi seonggok teman2 yang luar biasa kocak dan seru abiZzzzz *abis spellingnya ala anak gaol zaman sekarang* membuat hari gw lebih baik.



Dari sekian banyak anak2 AIESEC yang gw sms cuma Olin si malaikat buruk rupa yang baik hati yang bersedia menyempatkan diri untuk dateng. Selebihnya ya para manusia2 binal yang biasa bergaul dengan gw yaitu kak Ria dan Simon. Bermula dari ajakan si Aimon (Trainee dari Pakistan TNnya SMK9) yang sms malem sebelonnya ngajakin pegi hang out, gimana coba gw bisa tega buat nolak secara gw, kak ria dan simona memang ada rencana pergi main hari ini.



Olin datengnya telat karena dia harus kuliah dulu sampe jam 10, habis makan disebelah Hotel Dipo (masih disekitar tambud) kita sholat di mushola Museum Adityawarman. Eehhh ga taunya malah dapet tambahan anggota, another Trainee from Pakistan, Tahla dan Deri (House familynya si Tahla) dan Izzy (temannya Deri). Maksud hati kamu ingin menonton closing ceremonynya pekan budaya di Taman Budaya, tapi apa daya acara yang kita tunggu2 tidak juga dimulai sampai jam 1. Duduk2 di pantai dan minum air kelapa muda. Boseeenn. Ide gila dari keingintahuan yang sangat besar dari si Tahla membawa kami berpetualang sampai ke gunung Padang, kuburan Siti Nurbaya (sayangnya Olin ada janji lain dengan temannya di KFC jadi ga bisa ikutan bareng kita). Jalan kaki dan berpanas2 sampai ke Muaro, trus naek sampan (bayarnya Rp. 1000 perorang, tapi karena gw baek hati gw kasih ade nya dua ribu). Pokoknya benar2 petualangan dan wisata kota banget deh,,, kami bertujuh mandi keringat untuk sampai kepuncak gunung padang yang indah.



Melewati benteng2 dan bangunan bersejarah peninggalan Belanda waktu PD II, ada pondok2 tempat kita bisa menyaksikan pemandagan samudra dan pemandangan kota Padang disepanjang tangga menuju puncak Gunung Padang. Kami berkesempatan menyaksikan sepasang pasangan mesum disebuah pondok, mereka kasak-kusuk make baju dan nagncingin celana waktu kita lewat *mual aja gitu lhoo ngebayangin mereka bermain2 dengan penis dan vagina mereka yang harganya tak lebih dari seonggok daging busuk ditempat yang seindah itu. Dasar orang2 IDIOT!!*. Oooh Tuhan, ini sebanding dengan keringat bercucuran dan bau badan kami yang masam *karena bereaksi dengan udara panas nan lembab huehehe*. Pemandangan diatas sungguh takternilai. Makamnya Siti Nurbayanya sih biasa2 aja *trus lw mengharapkan apa lagi dari sebuah makam bencong??!!* jadi kami memutuskan untuk tidak berlama2 ditempat yang dingin dan tidak nyaman ini. Karena puncak Gunung padang is very cool, taman yang rindang oleh pepohonan dan batu gede banget yang pas banget jadi hot spot buat duduk menyaksikan matahari tenggelam, pokoknya tuh batu dengan segala pepohonannya klop amat deh, PW abis lah.



Tahla si anak manja malah minta buru2 pulang. Apa, setelah perjuangan yang begitu keras??, hoho.. maap aja yah... akhirnya kita tiduran diatas batu sambil ngorol sambil menunggu sunset. Taklupa kami saling melontarkan canda dan gurauan binal ala pelacur jalanan *u know lah what I mean huahahaha... joke yang super kasar dan jorok huahaha hihihi...* kasian si Izzy kalo Deri kayanya dia menemukan jati dirinya yang sebenarnya hihi... (good boy *plok..plok menepuk2 punggung Deri*), Tahla is such a ‘nice’ guy, sopan banget dan baek banget tapi huahaha siapa yang tidak tahan dengan kelucuan dan tingkah polah kami bertiga. Kalo Aimon ketauan kedoknya sebagai cewek urakan ala Pakistani huahahaha... bitchy juga dia persis kaya kita. Sumpah gw kaget dia yang mulai duluan dengan joke2 kasar ala Indonesia, huahaha... pokoknya humornya ni cewe Indonesia banget deh, noraknya persis juga kaya orang Indonesia.hihi...



Petualangan hari ini ditutup dengan makan malam di Malabar, perut kenyang hati senang, dengan teman2 berhati riang... tak perlu banyak uang untuk menikmati hidup dan bersenang2 :).



Sabtu, 14 Februari 2009

Jejalan-jejalan

Rasanya terlalu imut kalo gw ngasi judul postingan kali ini dengan judul: "my birthday" ato "my special day" secara gw ga pernah nganggap ultah gw sebegitu lebaynya. Yah hari kelahiran memang adalah hari yang biasanya spesial bagi sebagian besar manusuia dari kebudayaan manapun didunia. Ada lhoo beberapa suku bangsa yang tidak menganggap penting soal hari kelahiran, orang Rimba di pedalaman Jambi pun tidak mengenal konsep umur. Jadi jangan tanya2 soal umur deh ke Orang Rimba, mereka ga bakalan ngeh, terminologi waktu hanya ditandai dengan berbagai musim buah2an.



Sama dengan tidak begitu pentingnya memberi nama kepada bayi di beberapa suku bangsa di Papua, anak2 mereka dipanggil dengan kata2 (atau lebih tepatnya bunyian) yang mereka anggap enak didengar walaupun kata2 itu bukan kata yang bermakna. Keberagaman budaya. Budaya sendiri sangat relatif dan nisbi, absurd dan susah didefenisikan. Udah ah… kok jadi ngomong ga jelas ala antropologi begini hihihi…



Yang jelas walaupun capek hari ini gw seneng banget soalnya barusan habis liburan ke Malobo Anai bareng anak2 AIESEC dalam rangka welcoming dan farewel partynya para Trainee (anak program pertukaran magang internasional-nya AIESEC) *inget ga ada perayaan ultah gw, Cuma kebetulan aja gw ultah diparty mereka* yaah… at least I get a tons of happiness today, a lot of fun. Sebelumnya home satay di Solok sempat terlewatkan, jadi acara hari ini cukup melepas stress gw lah.



Jam setengah sembilan gw udah sampe di jati, niatnya seh mau ngenet dulu liat antrokita (milis komunitas antro gitu) tapi sayangnya FF warnet tempat gw biasanya ngenet tutup (ga kaya di warnet2 sekitar kampus gw yang subuh2 udah pada buka). Jadi langsung ajalah gw kesekre udah ada beberapa ekor makhluk disana, hihi.. Di undangan sih si P-man suruh kita dateng jam setengah sembilan tapi gw udah dapet bocoran dari si Olin kalo bus nya bakalan dateng jam 10.

Dan itu juga telat juga berangkatnya (jadi jam setengah 11) karena harus nunguin si Olin yang katanya ketiduran, shit ternyata harus nungguin seekor makhluk lagi yang namanya Water. Dalam hati gw berjanji kalo tu anak dateng bakalan gw jambakin tambutnya. Akhirnya si water pun datang sambil senyam senyum ga jelas, dan rambutnya bener2 gw jambakin seperti niat gw tadi hihi…

But ada yang ketinggalan, si Arland terang2an beli telor waktu busnya lagi nungguin dia makhluk tadi. Ga tau yah apa tradisi lempar telor juga ada didaerah laeh, tapi yang jelas perbuatan terkutuk ini harus dihentikan!!!



Seperti biasa tidak ada perjalanan bereng anak2 yang tidak dilakukan dengan kegilaan yang amat teramat sangat gila huehehehe… nyampe di malibo jam satu siang, lumayan sepi lah. Jadi puas banget berenang, tapi airnya dingin buanget lhoo. Eh untung aja waktu makan siang telornya si arland *lebih tepatnya telor yang tadinya akan dilempar kekepala gw* berhasil gw rebut dari tangan Fajrin, bego banget dia hihi. Tapi gw bikin skenario sendiri waktu anak2 nanyain kenapa gw menghalangi perbuatan terkutuk mereka dengan membuang telornya. Gw bilang aja si Fajrin yang ngelempar tu telor kehutan karena kasian dan cinta sama gw dan ga mau gw jadi bau amis telor dihari ulang tahun gw hihi…



Duh capek banget hari ini, tapi walaupun capek tenaga gw masih bersisa kok untuk menggerakkan jemari gw yang lentik ini menulis postingan, karena gw tau penggemar gw diluar sana menunggu gw berbagi cerita huahaha…

Jumat, 24 Oktober 2008

ORIMOT Partys



haha, ge kebayang ke sekre siang bolong dengan kostum kaya gini...





the best @ party i ever had,, akhirnya thema vaforit gw !! HOROR!





the next Suzana...

Rabu, 02 Juli 2008

7 Principles of Influence

7 Principles of Influence
How to Win People's Cooperation


Influence is the art of winning people's cooperation when you do not have, or do not want to use, the authority to make them do what you want them to do. It involves shaping the way people feel and think.

"Power lasts ten years. Influence not more than a hundred."
-Korean Proverb

Make people feel understood.
Spend less time trying to make people understand what you want, and more time making them feel understood. In an ideal world people might make decisions, commitments, and judgments based on logic and sound reasoning. But in this world people act in response to their preferences, feelings, and social influences they're not even aware of. If they trust you and feel that you care about them, they are much more likely to cooperate with you.

Find common ground.
Show people how their needs, values, and dreams mesh with yours. To do so, you have to understand their values and concerns. See things from their point of view. Be sympathetic with their feelings. Then show them how cooperating with you can help them achieve what they want.

Listen.
Listening is the best way to make people feel understood and, at the same time, to find common ground. Ask open-ended questions, the kind that invite people's careful consideration and honesty. Try to understand what people mean, without getting hung up on the literal meaning of their words. And acknowledge their thoughts and feelings (which isn't the same thing as agreeing with them).

Don't argue.
In business (and at home, too) the person you defeat in an argument today may be the person whose cooperation you need tomorrow. Arguments make people stake out positions and defend them. And the more you try to prove them wrong, the harder they will resist you. People may feel overwhelmed and stop arguing with you. But that doesn't mean you've won them over. Most of the time, when you win an argument, you lose an ally.

Care about the people you want to influence.
If you are concerned about the people you're trying to win over, if you value their needs and dreams, they'll know it. And they'll reciprocate. They'll communicate more freely, speaking their mind more openly and listening more attentively. They'll give you the benefit of the doubt. And they'll want to cooperate.

Help people believe change is possible.
People often know, although they won't often admit, that they need to change. They feel a vague uneasiness, sensing that things won't pan out the way they want. But they persist in doing what they've always done, thinking they're doing the best they can. Show them a better way, but more importantly, convince them that it's possible. Don't just give them a solution. Offer them hope.

Time your request well.
There's a time and a season for everything, especially for asking for support. When people are feeling stressed out, anxious, angry, resentful, or threatened, they're not really receptive. Do what you can to reassure them and to make them feel safe, and you increase your chances of winning their support. Look for "moments of influence," times when they feel capable and confident, and make your best case then.

Selasa, 06 Mei 2008

Research shows AIESEC members are unique leaders

Research shows AIESEC members are
unique leaders

Pernahkah kamu mendengar AIESEC ??? apakah yang terbayang dibenak anda saat mendengar kata AIESEC? Sebuah english club kah? Ato yang lainnya?salah. AIESEC adalah sebuah organisasi mahasiswa Internasional yang fokus pada Leadership, sehingga dapat sebagai wadah untuk mendevelop dan mendiscover potensi diri memebernya. Sehingga bisa memberikan dampak positif pada masyarakat. Liat

www.aiesec.org

Bagaimanakah cara AIESEC sebagai organisasi mahaasiswa dapat mencetak orang-orang berkualitas dan bagaimana kualitas orang-orangyang dihasilkan oleh AIESEC. Simaklah hasil penelitian para ahli Psikilogi dibawah ini :


David J. Pollay, Founder and President of the Momentum Project and Master of Applied Positive Psychology and AIESEC alumnus. A research paper recently presented at the International Positive Psychology Summit in Washington DC, United States, shows that AIESEC members possess distinctive leadership strengths.


The research study conducted by David J. Pollay, Founder and President of the Momentum Project and Master of Applied Positive Psychology from the University of Pennsylvania, backs up the claim that AIESEC has been making since its inception in 1948that its members develop strong and unique leadership characteristics.

Recognized by the United Nations as the largest student organization in the world, AIESEC offers 5000 leadership opportunities on local, national, and international level to
its 22,000 members annually. By providing the international platform for young people to discover and develop their potential to have positive impact on society, AIESEC's members are offered unparallel experiences for leadership development.

Pollay's research shows that AIESEC leaders possess distinct leadership characteristics when compared to the peers their age and education. It strengthens the argument of how AIESEC has been and still is developing with unique set of strengths valued across culture.

"AIESEC leaders scored significantly higher than their peers on the dimension of hope, curiosity, perseverance, leadership, teamwork, fairness, zest, bravery, forgiveness,
and perspective," said Pollay, an AIESEC alumni himself. Sixty-two national presidents of AIESEC or their recently elected successors who was elected by the general membership of their country to serve for one year took part in the research. All of whom
are young adults, 48 of them have a university degree.

Participants were asked to do questionnaire based on the VIA-IS (Values In Action Inventory of Strengths) test on-line. VIA-IS is a 240-item self-report questionnaire
that uses a five-point Likert scale to measure the degree to which respondents endorse strength-relevant statements about themselves. The score of the AIESEC sample were compared to 17,400 respondents of the same age and education in the United States.
The test developed by Dr. Christopher Peterson, and Dr. Martin E.G. Seligman in 2001, two of the most notable researchers on Positive Psychology. The same test has been taken by more than 600,000 people around the world to measure their leadership strengths profile. David Pollay's research paper was presented in the 2006 Gallup International Positive Psychology Summit in Washington DC, the United States. Positive Psychology seeks discoveries of how individuals might lead a more positive and productive life around their strengths.

About AIESEC



AIESEC is the international student platform for young people to discover and develop their potential. Present in over 800 universities and encompassing over 22,000 members, AIESEC is recognized by the United Nations as the worlds largest student organization. Focusing on leadership development, AIESEC offers over 5000 leadership opportunities each year to facilitate the Global Internship Program, which sees the exchange of over 4000 students each year to live and work in another country. AIESEC is an organization that activates leaders, creating a network of global change agents that have a positive impact on society.

My Visitors

mereka yang berkunjung


View My Stats